Sabtu, 05 September 2009

cara mudah melatih berjalan anak balita

cara praktis melatih berjalan pada anak balita selain dengan metode senam balita dan massage balita juga dengan teknik seperti ini, berdiri di belakang kardus, kardus kita dorong pelan-pelan. rekord untuk melatih balita dan bisa efektif berjalan adalah pada usia 8 bulan.tidak usah di 'tetah' atau dipegangi tangannya waktu minta berjalan karena yang kuata bukannya tungkai dan kakinya tetapi tangan dan lengannya, biarkan balita anda berdiri sendrir dan mencoba berjalan sendiri, kemandirian dan percaya diri akan muncul pada balita anda. selamat mencoba.

massage balita efektif mempercepat tumbuh kembang balita

waktu me massage balita disesuaikan dengan kenyamanan balita, bisa sambil tiduran, duduk atau digendong bahkan sambil jalan-jalan

Olahraga Adaptiv (senam lansia / senam tongkat)

Rabu, 19 Agustus 2009

sports massage therapy

atasi cedera olahraga dengan sports therapy manual (sports massage)

olahraga seperti senam lantai seperti ini sering kali terjadi cedera olahraga, terutama kalau perototan dan persendian belum  siap menerima gerakan atau hentakan waktu olahraga secara umum warming-up nya belum maksimal apalagi tidak diberikan stretching atau penguluran otot.

Sabtu, 15 Agustus 2009

olahraga adaptiv untuk menguatkan togok


Kepada Pembaca

Dengan Hormat

Kami menuliskan materi ini agar bisa di jadikan referensi kesehatan anda, penanganan selebihnya kepada Sports Therapist yang ada didekat anda.

Terimakasih, semoga bermanfaat dan selalu sehat dan bugar.

Yogyakarta, 10 Agustus 2009

Penulis

Ttd

Burhanudin Tsani, S.Pd OK

ATASI VERTIGO DENGAN OLAHRAGA ADAPTIF

Oleh :Burhanudin Tsani, S.Pd 0K

Secara awam banyak orang mengenal istilah vertigo dengan terjadinya perasaan sakit dikepala seperti berputar-putar, bergoyang benarkah demikian ? Vertigo merupakan proses illusi bergerak atau ada yang menyebutnya dengan halusinasi gerakan seperti merasakan dan melihat keadaan lingkungannya bergerak dan berputar. Kemungkinan semua orang pernah merasakan apa itu vertigo apalagi pada anak-anak yang suka bermain putar-putaran kemudian berhenti dan diam mendadak maka ia akan merasakan keadaan sekelilingnya berputar padahal dirinya diam.

Sebenarnya penyakit vertigo disebabkan oleh adanya gangguan pada vestibular system yang merupakan gangguan keseimbangan , disebut dengan gangguan orientasi diruangan. Banyak organ tubuh kita yang ikut berperan aktif dalam mengatur proses keseimbangan tubuh seperti integrasinya berbagai sistem visual, sistem vestibular, dan sistem somatosensorik atau proprioseptif. Penyakit vertigo ini seringkali disertai dengan adanya banyak keluhan lanjutan seperti terjadinya gangguan pada sistem otonom tubuh misalnya rasa mual dan pingin muntah, percepatan gerakan peristaltik usus , kelihatan pucat, keluar keringat dingin, serta perubahan laju denyut nadi dan perubahan tekanan darah.

Terjadinya vertigo bisa disebabkan oleh sentral atau pusat batang otak, serebelum atau otak yang disebut vertigo sentral sedangkan vertigo yang disebabkan oleh sistema perifer atau sistema persyarafan vestibular yang ada ditelinga bagian dalam disebut vertigo perifer.

Pada vertigo sentral sering terjadi kesulitan melakukan gerakan tangan secara berulang seperti gerakan pergelangan tangan membuka keatas atau supinasi dan pergelangan tangan menutup kebawah atau pronasi, hal ini bisa terjadi karena sistem koordinasi tubuh terganggu. Sedangkan pada vertigo perifer sering dikaitkan dengan lamanya gangguan atau proses kesakitan itu berlangsung, seperti pada vertigo yang hanya berlangsung hanya beberapa detik saja dan biasanya terjadi karena perubahan posisi kepala secara tiba-tiba atau karena terguling dengan cepat atau karena sebab lain disebut vertigo positional benigna. Ada episode vertigo yang berlangsung cukup lama antara beberapa menit sampai beberapa jam, orang menyebutnya dengan istilah ”pusing tujuh keliling” , penyebabnya adalah sistema keseimbangan seperti keadaan pendengaran yang menurun , adanya tinitus , dan adanya vertigo berulang yang disebut dengan vestibulopati berulang atau Meniere. Sedangkan vertigo yang bisa berlangsung sampai beberapa hari sampai beberapa minggu karena infeksi virus pada syaraf vestibular disebut neuronitis vestibular.

Dari berbagai macam penyakit vertigo diatas ada beberapa proses terapi yang bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan kimia ataupun herbal tetapi akan lebih efektif dengan terapi latihan atau terapi fisik (exercise therapeutic) yaitu terapi latihan olahraga adaptif. Terapi ini disesuaikan dengan kemampuan kapasitas fungsional tubuh penderita. Susunan syaraf pusat mempunyai kapasitas tertentu untuk mengkompensasikan adanya gangguan keseimbangan dan mengadaptasikan dengan sinyal-sinyal visual (penglihatan), sinyal vestibular dan sinyal somatosensorik. Kemampuan adaptasi susunan syaraf pusat ini dapat dilatihkan dengan latihan gerak atau latihan fisik dengan tingkat lamanya terapi latihan ditentukan oleh kemampuan adaptasi susunan syaraf pusat.

Bentuk Terapi Latihan Olahraga Adaptif

untuk Gangguan Vertigo

Terapi latihan olahraga adaptif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kapasitas fungsional tubuh yang mengalami gangguan terutama pada sistem keseimbangan, tingkat visual dan perasaan. Latihan fisik yang dilakukan terutama pada bagian kepala sebagai pencetus vertigo, latihan bola mata, latihan pada tangan, lengan, tungkai dan kaki serta melatih keseimbangan gerak tubuh.

Latihan bagian pertama pada daerah kepala, yaitu :

1.Gerakkan kepala kekanan dan kekiri secara perlahan, menengok kanan dan kiri, menarik kepala kedepan, mendorong kepala kebelakang dan menekan kepala kesamping kanan dan samping kiri. 2.Posisi kepala diam, bola mata melihat kearah vertikal (atas dan bawah) dan kearah horizontal (kanan dan kiri) secara perlahan, 3.Posisi kepala diam dan mata melihat suatu benda yang bergerak kekanan dan kekiri atau gerak benda keatas dan kebawah secara perlahan, 4.Melihat dengan kebalikan atau benda yang dilihat dalam keadaan diam sedangkan kepala bergerak kekanan atau kekiri dan keatas atau kebawah juga bisa kesegala posisi, 5.Memandang ujung tangan yang bergerak kedepan dan kesamping,

6.Pandangan mata menjauhi dari perasaan telinga yang berdengung atau telinga yang kemampuannya berkurang atau fungsinya menurun, 7. Membuka mata dan menutup mata dalam posisi duduk, tiduran, berdiri sampai dalam keadaan jongkok.

Latihan bagian kedua pada daerah tangan dan lengan, yaitu :

1.Latihan menunjuk hidung sendiri dengan telunjuk, 2.Latihan menunjuk hidung orang lain, 3.Memegang jari orang lain kemudian menunjuk hidung sendiri kemudian menunjuk hidung orang lain, 4.Memegang ujung daun telingan dengan tangan sejajar maupun tangan disilang bawah kepala maupun silang atas kepala.Pada bagian ini latihan pertama dengan keadaan mata terbuka kemudian dilanjutkan dengan keadaan mata tertutup.

Latihan bagian ketiga pada daerah kaki, tungkai dan koordinasi, yaitu:

1.Dari posisi duduk kemudian berdiri dengan mata tertutup dilanjutkan dengan mata terbuka, 2. Berjalan perlahan dikamar atau ruangan dengan mata tertutup, 3.Berjalan “tandem” atau posisi tumit dan ujung kaki saling bersentuhan , 4.Jalan ditempat ditempat yang dilingkari dan jangan sampai keluar lingkaran, 5.Bergeser kekanan atau kekiri, kedepan atau kebelakang dalam keadaan mata tertutup.

Latihan keempat pada gerakan lanjutan berupa koordinasi, yaitu :

1.Duduk dibibir tempat tidur dengan pandangan mata kearah satu titik fokus kemudian merebahkan badan kekanan dan kekiri secara perlahan, 2.Lakukan rebahan kekanan dan kekiri dengan melihat fokus atas/tengadah atau melihat eternit, 3.Dalam posisi duduk dengan gerakan kepala melihat keatas /tengadah dan kebawah secara perlahan, 4.Latihan kombinasi dengan melihat keatas sambil rebahan kebelakang atau tidur telentang kemudian bangun dan melihat kebawah dengan posisi membungkuk.

Terapi latihan olahraga adaptif ini dilakukan sesuai dengan tingkat gangguan vertigo yang terjadi, sangat efektif bila dilakukan secara rutin dan terprogram. Dalam satu hari bisa dilakukan satu sampai dua kali latihan dengan intensitas gerakan perlahan sampai sedang dan ritme 10 hitungan dengan pengulangan /repetisi 2 sampai 3 kali. Latihan ini sebaiknya dengan bimbingan exercise therapist /sports therapist dan konsultasikan dengan dokter.

….###....

Penulis adalah

Sports Therapist pada Fisioterapi Olahraga RSU Rajawali Citra

IDENTITAS PENULIS :

Nama : Burhanudin Tsani, S.Pd OK

Tanggal lahir : Bantul, 16 Mei 1969

Pekerjaan : PNS /19690516.200501.1.005

Alamat : Bintaran RT 05 RW 05 Jambidan Banguntapan

Bantul Yogyakarta 55195 Indonesia

HP : 08562902414 (Contac Person)

Email : burhanudintsani@yahoo.com

TERAPI LATIHAN OLAHRAGA ADAPTIF

UNTUK KESEHATAN LANSIA

* Oleh Burhanudin Tsani , S.Pd 0K

Merujuk penelitian Dr.Kay Flatten seorang profesor pendidikan jasmani pada Universitas Indiana pada mereka yang berusia 39 sampai 103 tahun menunjukkan terjadinya kemunduran tenaga dari tahun ke tahun pada tenaga otot tungkai atas ( putra turun 23% dan wanita 37%).

Fakta penelitian menunjukkan mereka yang aktif melakukan kegiatan latihan gerak badan atau olahraga punya kekuatan otot lebih kuat dibanding mereka yang tidak pernah latihan.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat fleksibilitas otot umumnya menurun pada usia 59 tahun.Ternyata dengan latihan gerak yang teratur dan terprogram menyebabkan lebih kuatnya otot, persendian bahkan pertulangan karena densitas tulang (kepadatan) akan lebih baik. Tidak kalah pentingnya tingkat kepikunan dan daya ingat akan semakin baik.

Olahraga Adaptif bisa menjadi media untuk memelihara dan mempertahankan kapasitas fungsional tubuh lansia bahkan sebagai media terapi latihan /sports therapy.

OLAHRAGA ADAPTIF =

Bentuk latihan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan kapasitas fungsional tubuh seseorang / sesuai dengan gangguan yang dihadapi

Bertujuan untuk pemeliharaan kesehatan, pengobatan olahraga dan pemulihan dari sakit.

OLAHRAGA ADAPTIF








PENJASORKES ADAPTIF TERAPI OLAHRAGA ADAPTIF

- gangguan penglihatan - terapi cedera olahraga

- gangguan pendengaran - terapi gangguan tumbuh

- gangguan berbicara kembang balita dan anak

- gangguan emosional - fisioterapi latihan untuk

- gangguan cacat fisik obesitas, diabetes, stroke,

- gangguan mental hipertensi, hipotensi,asma,

vertigo, asam urat & pikun

- dan program rehabilitasi

CONTOH

TERAPI LATIHAN OLAHRAGA ADAPTIF UNTUK GANGGUAN DIABETES MELITUS

Sebaiknya dilakukan antara 3 – 4 kali seminggu

Waktu yang diperlukan perlatihan cukup 30 menit

Bebas memilih bentuk latihan seperti berjalan,bersepeda, jogging, berenang dll.

Hari-hari selebihnya bisa dipakai untuk kegiatan fisik lainnya seperti berkebun, membersihkan rumah atau perabotan,memeriksa mesin kendaraan dll.

Terapi olahraga adaptif ini disesuaikan dengan umur dan kemampuan individu.

Prinsip latihan :

1.Continous /berkesinambungan

Dilakukan terus menerus tanpa berhenti selama 30 menit

2.Rhytmical /berirama

Otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur

3.Interval /berselang

Latihan dilakukan selang seling antar gerak cepat dan gerak lambat

4.Progresive /bertahap

Dari gerakan ringan menuju sedang / berat

(Maksimal HR=220 – umur, Sasaran HR=75 – 85% dari maksimal HR)

5.Endurance /daya tahan

Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan otot jantung paru/kardiorespirasi

Terapi latihan olahraga adaptif untuk diabetes (khusus gerakan kaki)

Dengan maksud untuk pencegahan :

Pencegahan primer agar tidak timbal penyakit DM

Pencegahan sekunder bila sudah terjadi agar tidak timbul gejala yang menyulitkan dan mengganggu

Pencegahan tersier untuk menghindari tingkat kecacatan lebih lanjut

Angka amputasi untuk DM masih tinggi maka kita prioritaskan untuk latihan adaptif pada kaki, maksudnya untuk memperlancar sistema pembuluh darah dari tungkai ke kaki dan mengurangi gangguan perasaan (kesemutan) pada kaki berupa gangguan syaraf dan berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi yang masuk.

Anjuran agar terhindar dari DM :

Kurangi berat badan yang berlebih / overweight

Olahraga secara teratur dan rutin

Kontrol kesehatan secara teratur

SELAMAT BERLATIH, TETAP SEHAT DAN BUGAR

FISIOTERAPI OLAHRAGA DENGAN SPORTS MASSAGE

Fisioterapi Olahraga

dengan

Sports

Massage

Oleh :B. Tsani, S.Pd OK

A.Sejarah Perkembangan Sports Massage

Sport Massage / pijat olahraga sampai saat ini masih dipakai dibelahan dunia khususnya dikalangan olahragawan dan dunia kesehatan. Massage sendiri merupakan salah satu bentuk manipulasi / teknik melulut atau memijat sederhana yang pertama-tama ditemukan manusia untuk meringankan rasa sakit dan menghasilkan efek lebih baik / kesembuhan dengan cara mengelus-elus/ mengusap perlahan dan halus secara spontan pada sekitar bagian yang sakit.

Data pasti siapa penemu sport massage pertama kali tidak diketahui, berkembang dibanyak negara seperti Cina, India, Yunani, Mesir dan banyak negara lain sehingga berkembang sampai menjadi kebudayaan yang tinggi.

Dalam perkembangannya tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemeliharaan tubuh saja tetapi juga sebagai terapi pengobatan .

Pertamakali sport massage diperkenalkan dan diaplikasikan untuk para olahragawan adalah negara Yunani dengan maksud untuk menjaga tingkat kebugaran para olahragawan. Di Cina sekitar tahun 3000 SM khususnya dunia kedokteran tradisional, sport massage bertujuan untuk mengaktifkan sirkulasi darah dan hormonal, sebagai alat penenang (sedative), perangsang persyarafan dan sebagai sarana pengobatan bermacam penyakit. Di Mesir kuno masih tercatat didinding bahwa massage merupakan metode pengobatan penyakit atau luka akibat kecelakaan atau peperangan (tercatat pada dokumen raja Fir’aun di relief, papyrus dan pada dinding gambar). Herodicos seorang dokter dan pesenam Yunani menceritakan tentang pengaruh senam pengobatan dan latihan fisik serta massage dengan tujuan menyehatkan jiwa dan raga. Hipocrates seorang dokter dalam kedokteran modern mengenal dan mempelajari sport massage pada Herodicos dan menulis tentang pengaruh sport massage pada system fisiologis tubuh khususnya pada pasien luksasi / keseleo, fraktur / patah tulang dan pasien lain serta sport massage akan membuat system persendian akan menjadi kuat dan kemudahan untuk memobilisasi / menggerakkan persendian yang kaku. Para dokter Yunani menggunakan sport massage untuk mempersiapkan fisik olahragawan sebelum bertanding dan untuk melawan tingkat kelelahan setelah latihan fisik yang berat. Para Aliptes / ahli massage olahraga biasa menggunakan minyak dan powder / tepung atau talk untuk memanipulasi / melulut atau memijat otot-otot olahragawan sedangkan olahragawan sendiri juga dibekali dengan ketrampilan sport massage mandiri / Automassage.

B.Pengertian Sport Massage

Sport Massage merupakan teknik memijat / melulut dengan tangan (manipulasi) pada bagian tubuh yang lunak dengan prosedur manual ataupun mekanik yang dilaksanakan secara metodik dan ritmis dengan tujuan untuk menghasilkan efek-efek fisiologis , profilaktik dan terapeutik / pengobatan pada tubuh. Manipulasi ini dilakukan secara sistematis dan berurutan sesuai dengan anatomi tubuh manusia yaitu dari permukaan otot kearah dalam bagian tubuh yang lunak /mucous dan jaringan dibawah kulit (konjunktiva) dan lapisan lemak , perototan , pembuluh darah , jaringan persyarafan periferis / syaraf tepi dan jaringan lain serta organ tubuh bagian dalam. Ada dua macam prosedur sport massage , secara manual dan mekanik.

Prosedur sport massage manual merupakan manipulasi sport massage yang dikenal dengan bermacam-macam gerakan tangan pada permukaan tubuh dengan tekanan gerakan kearah dalam yaitu menekan , memeras, pukulan, goncangan , getaran dan manipulasi lain pada jaringan dan pada segmen . Prosedur manual ini merupakan prosedur yang sangat tua , tersebar dan paling banyak digunakan karena dengan gerakan tangan manusia akan lebih mudah menyesuaikan diri dengan struktur anatomi tubuh dan gerakan tangan ini akan lebih sempurna dibandingkan dengan gerakan alat mesin.

Prosedur sport massage mekanik , ini dilakukan gerakan sport massage dengan bantuan gerakan mesin pemijat . Bagaimanapun bagusnya alat massage / mesin pemijat tersebut tingkat adaptasi dengan struktur tubuh manusia akan tidak sama dengan gerakan tangan secara manual.

Prosedur Terapi Manual Sport Massage

A. Sistematika Manipulasi Pokok (Teknik sport massage yang harus dilakukan)




MANIPULASI POKOK EFFLEURAGE (pembuka)

PETRISAGE

FRICTION

TAPOTAMENT

VIBRATION

EFFLEURAGE (penutup)




MANIPULASI TAMBAHAN SAPUAN

CABIKAN

SHIATSU

TARIKAN

REGANGAN

PERUNTUKKAN THERAPI SPORTS MASSAGE

A.Sport Massage untuk Jaringan dan Organisme

Sport massage ini sangat bermanfaat untuk proses pertumbuhan dan perkembangan serta rehabilitasi jaringan dan organisme tubuh.




JARINGAN Kulit

Konjunktiva

Otot, Tendon

Articulatio /sendi

Periost /jaringan yang sedikit

Vaskulair

Syaraf

ORGANISME Kepala

Leher

Dada / Thorax

Perut / abdominalis

B.Sport massage untuk pertandingan dan prestasi

Sport massage untuk pertandingan dan prestasi ini mencakup :

1. Sport massage pra competition

Sport massage ini diberikan sebelum atlet melakukan

pertandingan

sebagai bentuk warming-up pasif

2. Sport massage during competition

Sport massage ini diberikan selama atlet melakukan

serangkaian

Pertandingan atau saat istirahat pertandingan

3. Sport massage post competition

Sport massage ini diberikan setelah atlet menjalani masa

pertandingan.

C.Sport massage bermacam aktivitas olahraga

a.tes kekuatan e.senam

b.tes daya tahan f.olahraga permainan

c.tes kecepatan g.kegiatan pariwisata

d.tes kecakapan/skill h.olahraga lain

D.Manfaat terapi sport massage

Sport massage untuk - higiene

- terapeutik

- cedera persendian

- schele luka memar dan luka

- schele fraktur

- cedera otot dan tendon dan cedera syaraf

Pengaruh terapi sport massage :

Terhadap jaringan - kulit

- jaringan konjunktiva

- elemen alat penyokong dan alat gerak

- sirkulasi darah dan lymphe

- system persyarafan

- jaringan dalam dan organ dalam

(Sportmassage Deventer (sport-) blessures bestrijden en voorkomen_files)

MANFAAT DAN TUJUAN MANIPULASI SPORT MASSAGE :

1`.EFFLEURAGE /STROKING : melulut atau menggosok

Menggunakan jari tangan, telapak tangan, buku tangan ataupun punggung tangan . Gerakan melulut ini selalu kearah jantung, dilakukan secara kontinyu dengan tekanan menyesuaikan. Tekanan lemah bila dilakukan untuk kulit dan agak keras sampai keras untuk jaringan bawah kulit (subcutant). Tujuan diberikan effleurage adalah untuk menetapkan kontak fisik dengan pasien agar tidak terasa asing, berdampak positif secara fisiologis dengan mempercepat pergantian metabolisme dan sangat cocok untuk treatment kecantikan.

2. PETRISAGE /KNEADING :meremas

Meremas dengan jari dan tangan dimulai mengangkat, menjepit jaringan otot , mencomot dan meremas. Gerakan meremas dilakukan secara bergantian antara tangan kanan dan kiri. Tujuan manipulasi ini untuk mengembangkan elastisitas, mengaktifkan aliran darah, memperbaiki pergantian nutrisi dan pembuangan (ekskresi), merangsang syaraf motorik,

memperbaiki fungsi otot dan sangat bagus untuk olahragawan dan pekerja keras.


3. FRICTION /RUBBING :gerusan

Menggerus dengan menggunakan jari jempol (jari yang paling kuat), kepalan tangan, pangkal telapak tangan atau dengan siku tangan.

Bertujuan untuk melancarkan system sirkulasi darah, menimbulkan hiperamia, pembesaran serabut otot dari refleks vaskuler, hormonal dan syaraf, baik untuk schele post trauma (regenerasi jaringan) dan akan mengurangi rasa nyeri otot.

4.TAPOTAMENT : pukulan

Pukulan secara beruntun dan berirama dengan menggunakan pisau tangan, kepalan tangan atau menguncupkan kedua telapak tangan.

Bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah , meningkatkan pengeluaran nafas (ekspirasi), meningkatkan syaraf vasomotor, menimbulkan suara khas teknik sport massage dan teknik ini jangan diberikan pada otot yang terasa nyeri atau post traumatic.

5.VIBRATION : getaran

Menggerakkan otot-otot dengan menggetarkan dengan ujung-ujung jari tangan , buku-buku tangan dan pangkal telapak tangan.

Bertujuan untuk meningkatkan rasa aman dan ketenangan (sedative) dan sangat berguna untuk proses relaksasi.

6.SHAKING : goncangan

Menggoncang-goncangkan sekelompok otot dengan pisau tangan atau dengan telapak tangan secara berurutan antara tangan kanan dan kiri.Bertujuan untuk merelaksasikan otot, merangsang syaraf motorik, mempercepat aliran darah, dan sangat efektif untuk mengatasi kram otot.

7.SHIATSU : menekan

Menekan sekelompok otot dengan ibu jari atau dengan dua ibu jari , dengan kepalan tangan atau dengan siku tangan.

Bertujuan untuk meningkatkan pervusi darah / aliran darah dan sangat bagus untuk meningkatkan / menaikkan tekanan darah serta untuk mengecek kekuatan otot.

8. CABIKAN

Hampir Sama dengan gerakan petrisage hanya gerakan cabikan ini lebih cepat dan hanya menggunakan ujung jari tangan saja.

Bertujuan untuk mempercepat sirkulasi darah, sangat bagus untuk hipotensi.

9.SAPUAN

Gerakan menyapu secara bolak balik dengan menggunakan ujung jari tangan terutama pada daerah punggung (posterior), dilakukan secara berirama cepat dan bisa secara tidak beraturan gerak sapuannya.

Bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan cepat dan sangat efektif untuk penderita hipotensi.

10.TARIKAN

Gerakan menarik jari-jari tangan dan kaki, lengan bawah dan atas, tungkai bawah dan tungkai atas. Bertujuan untuk meningkatkan fleksibilitas persendian.

11.PEREGANGAN

Gerakan meregangkan (stretching) otot-otot tertentu dengan maksud untuk mengefektifkan penanganan cedera otot, sebagai sarana warming-up dan cooling down.

BERMACAM KEGUNAAN TERAPI SPORT MASSAGE

TERAPI SPORT MASSAGE BAGIAN KEPALA

Perlakuan sport massage bagian kepala diberikan dengan menyesuaikan anatomis kepala .

Frontalis : perlakuan pada bagian dahi /depan

Lateralis/temporalis : bagian samping kepala

Posterior/occipitalis : bagian atas

Manipulasi yang diberikan adalah Effleurage, friction, tapotament ringan, vibration dan shaking.

TERAPI SPORT MASSAGE BAGIAN LEHER

Terdiri dari dua bagian yaitu bagian muka /anterior dan bagian belakang /posterior. Pada region ini terdapat organ yang penting seperti :trachea, esophagus, pembuluh darah besar (arteri carotic, vena jugularis), saluran limphe dan persyarafan, kelenjar ganglion lymphe cervical dan kelenjar thyroid dan parathyroid.

Leher bagian muka menggunakan manipulasi Effleurage, friction ringan, petrisage dan vibration. Leher bagian belakang menggunakan manipulasi effleurage, friction, petrisage, cincang/cabik dan vibration.

(khusus leher bagian belakang perlakuannya sampai pundak)

TERAPI SPORT MASSAGE BAGIAN THORAX /DADA

Bertujuan Merangsang system respirasi biasanya karena masalah asmatis, sesak nafas atau nyeri dada. Menggunakan manipulasi effleurage, friction, cincang/cabikan, tapotament, vibration dan shaking.

TERAPI SPORT MASSAGE BAGIAN ABDOMINAL /PERUT

Pada bagian ini diberlakukan manipulasi yang agak ringan tekanannya. Dengan manipulasi effleurage, petrisage, friction ringan dan shaking ringan.

Bertujuan untuk meringankan gangguan di perut seperti sembelit dan sakit perut lainnya serta membantu menghilangkan lemak di otot perut.

SPORT MASSAGE UNTUK PRESTASI DAN PERTANDINGAN

Perlakuan sport massage untuk prestasi dan pertandingan perlakuannya akan berbeda dengan perlakuan pasien. Karena tingkat kebugaran olahragawan ini lebih tinggi dibandingkan dengan pasien maka manipulasi yang diberikan akan lebih keras dan lebih cepat.

a.Sport massage pra competition

Sport massage yang dilakukan sebelum masa pertandingan dan sebagai massage persiapan pertandingan. Maksudnya untuk meningkatkan derajat suhu tubuh dan mempersiapkan otot-otot dan persendian atau pemanasan /warming-up.Manipulasi yang diberikan adalah friction yang kuat, petrisage , vibration dan shaking yang kuat.

b.Sport massage in competition/during competititon

Selama masa pertandingan sport massage ini diberikan misalnya saat jeda tanding, saat mengalami gangguan otot atau sendi misalnya kram otot.

Tujuannnya untuk tetap mengaktifkan system sirkulasi darah dan oksigenasi dan menghilangkan tumpukan asam laktat. Manipulasi yang diberikan adalah shaking kuat, tapotament kuat dan shaking kuat.

c.Sport massage post competition

Sport massage ini diberikan setelah melakukan masa pertandingan dengan maksud untuk merelaksasi otot dan persendian yang telah bekerja keras. Manipulasi yang diberikan adalah general sport massage /massage seluruh tubuh.

TERAPI SPORT MASSAGE UNTUK JARINGAN DAN ORGANISME

TERAPI SPORT MASSAGE UNTUK KULIT

Bertujuan untuk mengaktifkan sirkulasi darah, elastisitas kulit dan perangsangan syaraf. Manipulasi yang diberikan adalah effleurage, friction, vibration dan tapotament.

Effleurage => perlakuan selama 10 – 20 menit akan mengaktifkan

system sirkulasi kulit,

memperbesar sirkulasi darah permukaan dan

bagian dalam, merangsang pergantian dan

pengaturan sirkulasi lymphe dan hormonal serta

untuk kebersihan dan kesegaran kulit.

Friction => akan melatih fleksibilitas dan elastisitas kulit,

memobilisasi jaringan kulit dan merangsang sirkulasi

pergantian dan ekskresi.

Tapotament => akan merangsang syaraf motorik dan syaraf sensitife.

Vibration => sangat bagus untuk sirkulasi local dan pengeluaran

sisa metabolisme.

TERAPI SPORT MASSAGE UNTUK JARINGAN KONJUNKTIVE

Banyak diberikan manipulasi effleurage, friction, tapotament

Bentuk fisioterapi olahraga dengan latihan olahraga adaptif

(diadaptasikan dengan segala kemampuan yang dipunyai penderita)