Kepada Pembaca
Dengan Hormat
Kami menuliskan materi ini agar bisa di jadikan referensi kesehatan anda, penanganan selebihnya kepada Sports Therapist yang ada didekat anda.
Terimakasih, semoga bermanfaat dan selalu sehat dan bugar.

Penulis
Ttd
Burhanudin Tsani, S.Pd OK
ATASI VERTIGO DENGAN OLAHRAGA ADAPTIF
Oleh :Burhanudin Tsani, S.Pd 0K
Secara awam banyak orang mengenal istilah vertigo dengan terjadinya perasaan sakit dikepala seperti berputar-putar, bergoyang benarkah demikian ? Vertigo merupakan proses illusi bergerak atau ada yang menyebutnya dengan halusinasi gerakan seperti merasakan dan melihat keadaan lingkungannya bergerak dan berputar. Kemungkinan semua orang pernah merasakan apa itu vertigo apalagi pada anak-anak yang suka bermain putar-putaran kemudian berhenti dan diam mendadak maka ia akan merasakan keadaan sekelilingnya berputar padahal dirinya diam.
Sebenarnya penyakit vertigo disebabkan oleh adanya gangguan pada vestibular system yang merupakan gangguan keseimbangan , disebut dengan gangguan orientasi diruangan. Banyak organ tubuh kita yang ikut berperan aktif dalam mengatur proses keseimbangan tubuh seperti integrasinya berbagai sistem visual, sistem vestibular, dan sistem somatosensorik atau proprioseptif. Penyakit vertigo ini seringkali disertai dengan adanya banyak keluhan lanjutan seperti terjadinya gangguan pada sistem otonom tubuh misalnya rasa mual dan pingin muntah, percepatan gerakan peristaltik usus , kelihatan pucat, keluar keringat dingin, serta perubahan laju denyut nadi dan perubahan tekanan darah.
Terjadinya vertigo bisa disebabkan oleh sentral atau pusat batang otak, serebelum atau otak yang disebut vertigo sentral sedangkan vertigo yang disebabkan oleh sistema perifer atau sistema persyarafan vestibular yang ada ditelinga bagian dalam disebut vertigo perifer.
Pada vertigo sentral sering terjadi kesulitan melakukan gerakan tangan secara berulang seperti gerakan pergelangan tangan membuka keatas atau supinasi dan pergelangan tangan menutup kebawah atau pronasi, hal ini bisa terjadi karena sistem koordinasi tubuh terganggu. Sedangkan pada vertigo perifer sering dikaitkan dengan lamanya gangguan atau proses kesakitan itu berlangsung, seperti pada vertigo yang hanya berlangsung hanya beberapa detik saja dan biasanya terjadi karena perubahan posisi kepala secara tiba-tiba atau karena terguling dengan cepat atau karena sebab lain disebut vertigo positional benigna. Ada episode vertigo yang berlangsung cukup lama antara beberapa menit sampai beberapa jam, orang menyebutnya dengan istilah ”pusing tujuh keliling” , penyebabnya adalah sistema keseimbangan seperti keadaan pendengaran yang menurun , adanya tinitus , dan adanya vertigo berulang yang disebut dengan vestibulopati berulang atau Meniere. Sedangkan vertigo yang bisa berlangsung sampai beberapa hari sampai beberapa minggu karena infeksi virus pada syaraf vestibular disebut neuronitis vestibular.
Dari berbagai macam penyakit vertigo diatas ada beberapa proses terapi yang bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan kimia ataupun herbal tetapi akan lebih efektif dengan terapi latihan atau terapi fisik (exercise therapeutic) yaitu terapi latihan olahraga adaptif. Terapi ini disesuaikan dengan kemampuan kapasitas fungsional tubuh penderita. Susunan syaraf pusat mempunyai kapasitas tertentu untuk mengkompensasikan adanya gangguan keseimbangan dan mengadaptasikan dengan sinyal-sinyal visual (penglihatan), sinyal vestibular dan sinyal somatosensorik. Kemampuan adaptasi susunan syaraf pusat ini dapat dilatihkan dengan latihan gerak atau latihan fisik dengan tingkat lamanya terapi latihan ditentukan oleh kemampuan adaptasi susunan syaraf pusat.
Bentuk Terapi Latihan Olahraga Adaptif
untuk Gangguan Vertigo
Terapi latihan olahraga adaptif ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kapasitas fungsional tubuh yang mengalami gangguan terutama pada sistem keseimbangan, tingkat visual dan perasaan. Latihan fisik yang dilakukan terutama pada bagian kepala sebagai pencetus vertigo, latihan bola mata, latihan pada tangan, lengan, tungkai dan kaki serta melatih keseimbangan gerak tubuh.
Latihan bagian pertama pada daerah kepala, yaitu :
1.Gerakkan kepala kekanan dan kekiri secara perlahan, menengok kanan dan kiri, menarik kepala kedepan, mendorong kepala kebelakang dan menekan kepala kesamping kanan dan samping kiri. 2.Posisi kepala diam, bola mata melihat kearah vertikal (atas dan bawah) dan kearah horizontal (kanan dan kiri) secara perlahan, 3.Posisi kepala diam dan mata melihat suatu benda yang bergerak kekanan dan kekiri atau gerak benda keatas dan kebawah secara perlahan, 4.Melihat dengan kebalikan atau benda yang dilihat dalam keadaan diam sedangkan kepala bergerak kekanan atau kekiri dan keatas atau kebawah juga bisa kesegala posisi, 5.Memandang ujung tangan yang bergerak kedepan dan kesamping,
6.Pandangan mata menjauhi dari perasaan telinga yang berdengung atau telinga yang kemampuannya berkurang atau fungsinya menurun, 7. Membuka mata dan menutup mata dalam posisi duduk, tiduran, berdiri sampai dalam keadaan jongkok.
Latihan bagian kedua pada daerah tangan dan lengan, yaitu :
1.Latihan menunjuk hidung sendiri dengan telunjuk, 2.Latihan menunjuk hidung orang lain, 3.Memegang jari orang lain kemudian menunjuk hidung sendiri kemudian menunjuk hidung orang lain, 4.Memegang ujung daun telingan dengan tangan sejajar maupun tangan disilang bawah kepala maupun silang atas kepala.Pada bagian ini latihan pertama dengan keadaan mata terbuka kemudian dilanjutkan dengan keadaan mata tertutup.
Latihan bagian ketiga pada daerah kaki, tungkai dan koordinasi, yaitu:
1.Dari posisi duduk kemudian berdiri dengan mata tertutup dilanjutkan dengan mata terbuka, 2. Berjalan perlahan dikamar atau ruangan dengan mata tertutup, 3.Berjalan “tandem” atau posisi tumit dan ujung kaki saling bersentuhan , 4.Jalan ditempat ditempat yang dilingkari dan jangan sampai keluar lingkaran, 5.Bergeser kekanan atau kekiri, kedepan atau kebelakang dalam keadaan mata tertutup.
Latihan keempat pada gerakan lanjutan berupa koordinasi, yaitu :
1.Duduk dibibir tempat tidur dengan pandangan mata kearah satu titik fokus kemudian merebahkan badan kekanan dan kekiri secara perlahan, 2.Lakukan rebahan kekanan dan kekiri dengan melihat fokus atas/tengadah atau melihat eternit, 3.Dalam posisi duduk dengan gerakan kepala melihat keatas /tengadah dan kebawah secara perlahan, 4.Latihan kombinasi dengan melihat keatas sambil rebahan kebelakang atau tidur telentang kemudian bangun dan melihat kebawah dengan posisi membungkuk.
Terapi latihan olahraga adaptif ini dilakukan sesuai dengan tingkat gangguan vertigo yang terjadi, sangat efektif bila dilakukan secara rutin dan terprogram. Dalam satu hari bisa dilakukan satu sampai dua kali latihan dengan intensitas gerakan perlahan sampai sedang dan ritme 10 hitungan dengan pengulangan /repetisi 2 sampai 3 kali. Latihan ini sebaiknya dengan bimbingan exercise therapist /sports therapist dan konsultasikan dengan dokter.
….###....
Penulis adalah
Sports Therapist pada Fisioterapi Olahraga RSU Rajawali Citra
IDENTITAS PENULIS :
Nama : Burhanudin Tsani, S.Pd OK
Tanggal lahir : Bantul, 16 Mei 1969
Pekerjaan : PNS /19690516.200501.1.005
Alamat : Bintaran RT 05 RW 05 Jambidan Banguntapan
Bantul Yogyakarta 55195 Indonesia
HP : 08562902414 (Contac Person)
Email : burhanudintsani@yahoo.com
TERAPI LATIHAN OLAHRAGA ADAPTIF
UNTUK KESEHATAN LANSIA
* Oleh Burhanudin Tsani , S.Pd 0K
Merujuk penelitian Dr.Kay Flatten seorang profesor pendidikan jasmani pada Universitas Indiana pada mereka yang berusia 39 sampai 103 tahun menunjukkan terjadinya kemunduran tenaga dari tahun ke tahun pada tenaga otot tungkai atas ( putra turun 23% dan wanita 37%).
Fakta penelitian menunjukkan mereka yang aktif melakukan kegiatan latihan gerak badan atau olahraga punya kekuatan otot lebih kuat dibanding mereka yang tidak pernah latihan.
Penelitian menunjukkan bahwa tingkat fleksibilitas otot umumnya menurun pada usia 59 tahun.Ternyata dengan latihan gerak yang teratur dan terprogram menyebabkan lebih kuatnya otot, persendian bahkan pertulangan karena densitas tulang (kepadatan) akan lebih baik. Tidak kalah pentingnya tingkat kepikunan dan daya ingat akan semakin baik.
Olahraga Adaptif bisa menjadi media untuk memelihara dan mempertahankan kapasitas fungsional tubuh lansia bahkan sebagai media terapi latihan /sports therapy.
OLAHRAGA ADAPTIF =
Bentuk latihan gerak yang disesuaikan dengan kemampuan kapasitas fungsional tubuh seseorang / sesuai dengan gangguan yang dihadapi
Bertujuan untuk pemeliharaan kesehatan, pengobatan olahraga dan pemulihan dari sakit.
OLAHRAGA ADAPTIF


PENJASORKES ADAPTIF TERAPI OLAHRAGA ADAPTIF
- gangguan penglihatan - terapi cedera olahraga
- gangguan pendengaran - terapi gangguan tumbuh
- gangguan berbicara kembang balita dan anak
- gangguan emosional - fisioterapi latihan untuk
- gangguan cacat fisik obesitas, diabetes, stroke,
- gangguan mental hipertensi, hipotensi,asma,
vertigo, asam urat & pikun
- dan program rehabilitasi
CONTOH
TERAPI LATIHAN OLAHRAGA ADAPTIF UNTUK GANGGUAN DIABETES MELITUS
Sebaiknya dilakukan antara 3 – 4 kali seminggu
Waktu yang diperlukan perlatihan cukup 30 menit
Bebas memilih bentuk latihan seperti berjalan,bersepeda, jogging, berenang dll.
Hari-hari selebihnya bisa dipakai untuk kegiatan fisik lainnya seperti berkebun, membersihkan rumah atau perabotan,memeriksa mesin kendaraan dll.
Terapi olahraga adaptif ini disesuaikan dengan umur dan kemampuan individu.
Prinsip latihan :
1.Continous /berkesinambungan
Dilakukan terus menerus tanpa berhenti selama 30 menit
2.Rhytmical /berirama
Otot berkontraksi dan relaksasi secara teratur
3.Interval /berselang
Latihan dilakukan selang seling antar gerak cepat dan gerak lambat
4.Progresive /bertahap
Dari gerakan ringan menuju sedang / berat
(Maksimal HR=220 – umur, Sasaran HR=75 – 85% dari maksimal HR)
5.Endurance /daya tahan
Latihan daya tahan untuk meningkatkan kemampuan otot jantung paru/kardiorespirasi
Terapi latihan olahraga adaptif untuk diabetes (khusus gerakan kaki)
Dengan maksud untuk pencegahan :
Pencegahan primer agar tidak timbal penyakit DM
Pencegahan sekunder bila sudah terjadi agar tidak timbul gejala yang menyulitkan dan mengganggu
Pencegahan tersier untuk menghindari tingkat kecacatan lebih lanjut
Angka amputasi untuk DM masih tinggi maka kita prioritaskan untuk latihan adaptif pada kaki, maksudnya untuk memperlancar sistema pembuluh darah dari tungkai ke kaki dan mengurangi gangguan perasaan (kesemutan) pada kaki berupa gangguan syaraf dan berkurangnya daya tahan tubuh terhadap infeksi yang masuk.
Anjuran agar terhindar dari DM :
Kurangi berat badan yang berlebih / overweight
Olahraga secara teratur dan rutin
Kontrol kesehatan secara teratur
SELAMAT BERLATIH, TETAP SEHAT DAN BUGAR

Tidak ada komentar:
Posting Komentar